Laman

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2011

Gila!! Partai korupsi sampai triliunan!!

LEWAT RUHUT AKHIRNYA PARTAI DEMOKRAT MENGAKUI TELAH MELAKUKAN KORUPSI MILYARAN RUPIAH

Ruhut: Partai kami korupsinya miliaran, Golkar ribuan triliun
Rabu, 10 Agustus 2011 | 19:29:00

Jakarta - Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat (PD) Ruhut "Poltak" Sitompul beranggapan bahwa pernyataan Wakil Ketua Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo(Bamsat) soal partai yang terlibat penipuan dan kejahatan Pemilu (election fraud) harus dihilangkan, justru sedang meminta pembubaran partainya sendiri.

“Bamsat belajar nunjuknya sendiri dulu sebelum nunjuk hidungnya orang lain. Ia bicara itu seperti menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Dia kepengen partainya bubar. Partai Golkar korupsinya justru jauh lebih gila dari zaman dulu sampai sekarang. Partai kami nilainya mungkin hanya miliaran, tapi Golkar sudah ribuan triliun korupsinya dari dulu sampai sekarang,” tegas Ruhut ketika dihubungi wartawan, Rabu (10/8).

Bambang Soesatyo, menurut Ruhut, masih mentah dalam berpolitik dan isu-isu yang dilontarkannya hanyalah isu-isu murahan, hanya mencari popularitas dan tidak untuk mencari kebenaran. Substansi dari pernyataan-pernyataan Bambang pun tidak ada yang mengena bagi kehidupan rakyat dan perbaikan kesejahteraan.

“Lihat saja rakyat dikerjain sama dia (Bambang Soesatyo, red) dalam kasus Century, dia yang dapat popularitas kan? Belum lagi niatnya untuk memberi mosi tidak percaya pada Marzuki Alie dengan alasan melecehkan DPR. Justru dia yang kerap melecehkan DPR seperti tudingannya mengenai orang keturunan Cina yang setor ke tanah leluhurnya itu. Seharusnya dia yang harus dipanggil oleh BK (Badan Kehormatan),” tegas Ruhut.

Reporter : Bowo Santoso (bowo@gresnews.com)
Redaktur : Febrianto (febrianto@gresnews.com)

sumber

Senin, 01 Agustus 2011

Cilegon, tempat latihan timnas selama ramadhan


Tim nasional Indonesia akan dikarantina di Cilegon untuk mempersiapkan diri menghadapi lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Empat pemain baru dipanggil untuk disertakan dalam karantina bulan ini.

Keempat pemain tersebut adalah gelandang Ian Louis Kabes (Persipura) dan Hariono (Persib Bandung), bek Amrizal (Persija Jakarta), serta kiper I Made Wirawan (Persiba Balikpapan). Mereka akan bergabung dengan 26 pemain yang sebelumnya diseleksi untuk melawan Turkmenistan minggu lalu.

Karantina akan dipusatkan di Cilegon, Banten, dari 4 sampai 28 Agustus. Sehari kemudian (29/8), atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, rombongan tim akan bertolak ke Teheran untuk melakoni pertandingan pertama grup melawan tuan rumah Iran.

Pelatih Wim Rijsbergen mengatakan, kemungkinan pihanya akan mengubah jadwal latihan terkait bulan puasa, menjadi sore dan malam hari.

Termasuk dalam program persiapan adalah melakoni pertandingan ujicoba, yang dijadwalkan tiga kali. Hanya saja, menurut general manager timnas Arya Abhiseka, tim mana saja yang akan dihadapi Firman Utina dkk belum bisa diumumkan.

"Yang jelas, setidaknya kita akan mengupayakan tiga kali laga ujicoba di bulan Agustus. Dua di antara lawan-lawan yang sedang diusahakan berasal dari Timur Tengah, karena karakternya sama dengan tiga kompetitor kita di PPD," ujar Arya.

Sementara itu, tim juga sedang mengupayakan untuk segera mendapatkan pelatih kiper dan pelatih fisik dari Eropa. Sebelumnya, asisten pelatih Rahmad Darmawan telah dikembalikan untuk memimpin timnas U-23, dan perannya telah dioper kepada Listiadi, yang pernah menjadi asisten Rijsbergen di PSM Makassar.

"Saat ini permasalahan utama yang diperlukan para pemain adalah menggenjot daya tahan atau fisik pemain yang masih dibawah standar. Karena itu, dibutuhkan pelatih fisik khusus yang nantinya akan membantu pemain untuk memperbaiki VO2MAX mereka," ujar Rijsbergen.

sumber

Kamis, 23 Juni 2011

Hati-hati Parkir di Luar PRJ

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Anda mengunjungi Jakarta Fair 2011, berhati-hatilah mencari tempat parkir, terutama untuk mobil. Sedapat mungkin carilah tempat parkir di dalam arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Walaupun keamanan kendaraan terjamin, biaya parkir dipungut sesuai keinginan tukang parkir.

Hal ini terlihat jelas dalam kejadian di Jalan Menara Angkasa Raya, jalan tempat gerbang-gerbang utama menuju ke arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kamis (16/6/2011).

"Walah, kayak garong," teriak seorang pengendara mobil sambil melarikan mobil secepatnya. Teriakan itu ditujukannya kepada dua petugas parkir berompi hijau yang sebelumnya terlihat menghadang jalan keluar mobilnya.

Keributan di Pintu 7 PRJ itu berawal saat petugas parkir meminta ongkos parkir sebesar Rp 50.000 kepada si pemilik mobil. Namun, si pengemudi menolak karena tagihan tersebut menurutnya tidak masuk di akal.

"Parkiran di dalam (PRJ) saja cuma Rp 15.000. Masa di sini lebih dari tiga kali lipat?" ujar sang pengemudi dengan nada tinggi. Ia lantas memberikan uang Rp 20.000 dan mencoba menjalankan mobilnya. Namun, seorang petugas parkir lain datang membantu temannya dengan menghadang jalan keluar mobil tersebut.

Beberapa teman mereka yang berpakaian seragam organisasi massa tertentu tampak ikut mendekat. Si pengemudi sempat bersikeras menolak, tetapi wanita yang duduk di sisinya terlihat memaksanya untuk memberikan jumlah uang yang diminta.

Ia pun kemudian menyerahkan selembar uang Rp 50.000 dan petugas parkir memberikan kepadanya kesempatan untuk keluar. Saat itulah umpatan di atas diteriakkan si pengemudi.

Salah seorang petugas parkir di dekat Pintu 7 membenarkan besarnya jumlah pungutan tersebut untuk tiap mobil. "Sekitar itu (Rp 50.000) satu mobil," katanya tanpa mau mengungkapkan identitasnya.

Saat ditanyai kenapa memungut biaya parkir sebesar itu, ia menjawab, "Parkiran dalam sudah penuh. Kalau mau cari parkiran yang lebih jauh, silakan saja. Kalau mau di sini, ya harus dibayar segitu!"

Seorang pedagang makanan yang berjualan di dekat lokasi keributan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. "Begitulah kelakuan mereka sekarang. Kalau mau aman, dikasih aja apa yang diminta," katanya.

Ia menceritakan, para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Menara Angkasa Raya dipungut ongkos sewa lokasi masing-masing sebesar Rp 4 juta. Yang berada di sekitar gerbang malah dimintai setoran Rp 12 juta.

"Katanya sih pemimpinnya baru, jadi harga sewa ikut baru," tuturnya. Tahun lalu, setoran para pedagang makanan masih sebesar Rp 1,6 juta. Demikian ungkap seorang ibu yang berdagang soto ayam di lokasi tersebut. "Kalau ada orang media yang makan di sini akan saya ceritain biar diberitakan. Kami enggak mungkin dapat keuntungan kalau pungutannya segitu," katanya.
"Katanya sih pemimpinnya baru, jadi harga sewa ikut baru," tuturnya. Tahun lalu, setoran para pedagang makanan masih sebesar Rp 1,6 juta. Demikian ungkap seorang ibu yang berdagang soto ayam di lokasi tersebut. "Kalau ada orang media yang makan di sini akan saya ceritain biar diberitakan. Kami enggak mungkin dapat keuntungan kalau pungutannya segitu," katanya.

sumber

Minggu, 19 Juni 2011

Teka Teki DI Balik Nama PEPSI Terbongkar

Institut Riset Media Timur Tengah (MEMRI) telah merilis pernyataan berbahasa Inggris yang diberikan oleh seorang pemuka Islam di Mesir bulan Februari yang lalu, dimana dia jabarkan bahwa PEPSI sebenarnya adalah kepanjangan dari “Pay Every Penny to Save Israel” artinya kira kira demikian : “Sumbangkan setiap penny untuk menyelamatkan Israel.”

Selain itu, seorang anggota parlemen organisasi Hamas di Gaza juga mengeluarkan pernyataan sama tentang hal tersebut tahun lalu. Berbicara dalam stasiun TV Al-Aqsha, anggota perlemen Salem Salamah menyatakan, “Ada berbagai perusahaan yang didirikan oleh para kolonialis dan pendudukan – berbagai perusahaan besar dengan banyak cabang diseluruh penjuru dunia, seperti Pepsi, Pepsi Cola. Ini adalah perusahaan terkemuka. Pepsi adalah kepanjangan dari Pay Every Penny to Save Israel.”

Baru-baru ini juga, seorang pemuka Mesir Hazem Abu Ismail mengeluarkan pernyataan yang sama. Berbicara didepan Al Nas TV – sebuah kanal religius Muslim- Abu Ismail menyerukan sebuah boikot dari kaum Muslim terhadap Pepsi karena kepanjangannya tersebut.

Secara spesifik, Hazem Abu Ismail menyatakan sebagai berikut, berdasarkan transkrip sama yang diberikan oleh MEMRI, Institut Riset Media Timur Tengah yang berbasis di Washington:

Huruf P pertama berarti “Pay” (Berikan), E untuk “Every” (Setiap). Huruf ketiga untuk “Penny”. Penny adalah koin kecil yang anda terima dan anda tak tahu apa yang akan anda lakukan dengannya. Berikan itu untuk “Menyelamatkan” I – “Israel”. Dengan kata lain, berikan setiap koin kecil yang anda terima untuk menyelamatkan Israel. Mereka tak ingin uang anda – mereka hanya ingin koin pecahan kecil, penny anda. Bila saya tidak salah, dalam ekonomi Amerika, penny adalah seperseribu dolar. Nilainya kecil sekali.

Mereka mengatakan, “Sumbangkan pecahan kecil yang tidak anda butuhkan, tetapi berikanlah dengan alasan yang benar. Bila anda mengumpulkan pecahan kecil ini, anda bisa membeli minuman ini.” Mereka mengambil masing-masing kata awalan dan membentuk kata “Pepsi”. Bila anda membayar (untuk membeli Pepsi), anda akan menyelamatkan Israel.

Saya tidak hanya bicara tentang Pepsi, tetapi tentang Coca Cola dan kesemuanya. Saya tak akan menyebutkan suatu produk. Anda bisa lihat sendiri. Anda Muslim. Anda bisa sampaikan kepada saya. Saya tidak tahu. Anak kecil saya bahkan lebih tahu tentang boikot ini daripada saya. Saat kami pergi belanja, dia katakan pada saya: “Beli ini, jangan yang itu.” Dia mengetahuinya. Dia sudah menjadi ahli dalam hal ini.

Selama bertahun-tahun, The Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi yang terdapat pada logo produk Coca Cola.

Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.

Buat semua pembaca situslakalaka, seandainya itu benar dan masih ada sedikit iman kalian di dada, kami mohon anda, atau semua praktisi Muslim yang membacanya untuk menyebarkan pesan tentang logo “yang sangat membelalakkan mata tersebut”.

sumber

Rabu, 15 Juni 2011

semua wilayah di Indonesia dapat mengamati gerhana bulan


BANDUNG (Pos Kota) – Wow… Kamis (16/6/2011), masyarakat Indonesia, Insya Allah, dapat menyaksikan fenomena alam berupa gerhana bulan total (GBT). Gerhana ini tepatnya akan terjadi Kamis sekira pukul 01:22 sampai dengan 05.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Masyarakat dapat menyaksikan gerhana cukup lama karena diperkirakan akan memakan waktu cukup lama. ” Puncak gerhana itu sendiri diprediksi akan terjadi tepat pukul 02.22 sampai dengan pukul 04.30,” kata Pengamat Bintang Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Evan Irawan Akbar.

Dia menegaskan, gerhana bulan total ini terjadi ketika bulan, bumi dan matahari berada pada satu garis lurus. Meski fenomena ini terjadi setiap tahun, namun beberapa di antaranya tidak bisa disaksikan di tempat-tempat tertentu. Gerhana bulan total yang akan gterjadi 16 Juni mendatang hampir semua wilayah di Indonesia dapat mengamatinya. ” Ada beberapa bagian yang tidak tidak mengalami seluruh fase gerhana. Hanya pada prinsipnya kita bisa melihat secara jelas.”

Ketika gerhana ini memasuki puncaknya, demikian Evan, kondisi bulan akan benar-benar tertutup dan masyarakat akan melihat latar belakang bulan yang bernuansa kemerah-merahan. Warna tersebut, lanjut dia, terjadi akibat pembiasan cahaya matahari ketika menembus atmosfer bumi.

“Melalui fenomena yang luar biasa tersebut kita dapat melihat kualitas atmosfer bumi saat ini. Gerhana nanti sangat menakjubkan.”

(dono/sir)

sumber

Senin, 13 Juni 2011

Dokter Termurah di Dunia 'Cuma Rp,- 2000 Saja'

Usianya sudah lanjut, yakni 67 tahun. Namun semangatnya untuk mengabdi ke masyarakat tak pernah surut. Dialah Dokter FX Sudanto. Dan bagi warga Abepura, Papua, dia biasa disebut dengan julukan 'Dokter Rp 2000'.

Lebih dari 30 tahun Sudanto mengabdikan hidupnya sebagai dokter di Abepura. Untuk berobat kepadanya, warga tak perlu mengeluarkan banyak duit. Cukup Rp 2000. Bahkan kalau memang tidak punya uang sama sekali, gratis pun jadi. Karena itulah Sudanto terkenal dengan panggilan 'Dokter Rp 2000'.

Sudanto memang sudah pensiun sejak tahun 2003. Meski demikian, dia tetap membuka praktek di rumahnya di distrik Abepura. Dia merasa, tenaganya masih dibutuhkan warga.

"Kalau dibilang capek, ya capek. Tapi ini pengabdian dan masyarakat di sana masih membutuhkan," kata Sudanto usai menerima penghargaan Alumni Award atau penghargaan bagi insan UGM berprestasi di Gedung Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta.

Menurut Sudanto, setiap harinya warga yang datang berobat sekitar 100. Jumlah itu bisa bertambah menjadi dua kali lipat bila sehabis liburan. "Jam praktek biasanya mulai jam 7 pagi hingga sore. Tapi kalau masih banyak bisa sampai malam," ujar Sudanto.

Sudanto mengabdikan diri di Papua begitu lulus dari Fakultas Kedokteran Umum (FKU) UGM tahun 1976. Saat itu, FKU UGM masih di kompleks Ngasem, Kraton bukan di Bulaksumur seperti sekarang ini.

Setelah lulus, Sudanto mendaftarkan diri ikut program Dokter Inpres. Dia kemudian ditempatkan di wilayah Asmat Irian Jaya (Papua). Selama 6 tahun hingga 1982 dia bertugas di Asmat dengan melayani 4 kecamatan terpencil.

Wilayah tugasnya benar-benar di pedalaman. Setiap hari Sudanto harus berjalan kaki keluar masuk hutan dan rawa untuk menjangkau satu desa ke desa lainnya. Pasiennya banyak yang tak mampu membayar jasanya dengan uang. Mereka hanya membayar dengan sagu, rempah-rempah atau kayu bakar dari hutan.

"Pasien paling banyak menderita malaria akut, infeksi saluran pernafasan, serta kurang gizi," kata pria kelahiran Karanganyar, Kebumen, Jawa tengah, 5 Desember 1942 itu.
Sudanto menjadi dokter Inpres sampai tahun 1982. Selanjutnya dia bertugas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura hingga pensiun pada tahun 2003.

Setelah pensiun, ayah lima anak ini membuka praktek pengobatan di rumahnya di Abepura. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura hingga sekarang. Termasuk juga mengajar di program studi Pendidikan Jasmi dan Kesehatan (Penjaskes) FKIP Uncen serta beberapa perguruan tinggi swasta di Jayapura.

Sudanto praktik mulai pukul 07.00 WIT hingga 12.00 WIT. Pasien hanya membayar biaya periksa. Sedang obat-obatan, alat suntik dibeli pasien di apotek yang terletak didekat tempat prakteknya.

"Hanya memeriksa kondisi pasien saja. Banyak pasien yang merasa sudah sembuh setelah diperiksa. Semua obat yang ada adalah obat generik," pungkas suami dari Elisabeth S, perempuan keturunan Ambon-Manado.

Penghargaan terhadap Sudanto diberikan dalam rangka Dies Natalis ke-60 UGM. Dalam kesempatan itu, UGM memberikan penghargaan terhadap 90 orang berprestasi. 5 Di antaranya adalah pengabdi di daerah miskin dan terpencil.

sumber

Aksi Demo Penolakan Kebijakan Klasterisasi Di Kantor XL

Tidak seperti biasanya hari ini pak arman langganan pulsa (Reseler) kami pulang dengan rasa kecewa di karenakan kami tidak dapat memenuhi kebutuhan stock pulsanya lagi, pak arman adalah seorang bapak yang menafkahi keluarganya dengan berjualan pulsa (door to door) istilahnya konter berjalan.

tiga hari sekali pak arman mampir ke outlet kami untuk menambah stock pulsanya kemudian dia jajakan lagi ke kantor-kantor dan sebagian besar langganannya berada di luar kota, bapak tiga orang anak itu hanya tertunduk diam ketika kami menjelaskan bagimana sistem yang diberlakukan XL saat ini. Begitulah ilustrasi yang di gambarkan pak tahir salah satu Pedagang pulsa multi chip (server pulsa)

Setelah perbelakuan Hard Cluster Telkomsel beberapa waktu lalu, kini XL menyusul dengan kebijakan Klasterisasi yang membatasi penjualan front liner mereka per kecamatan, jadi konter hape hanya bisa menjual pulsa di kecamatan setempat tidak bisa lagi kirim pulsa ke wilayah lain Karena dianggap merugikan, para pedagang pulsa sangat kecewa dan hal ini memicu aksi demo penolakan kebijakan klaster di kantor XL cabang makassar, jumat (10/06/11).

Para Pemilik konter masing-masing membawa kartu perdana XL yang masih tersegel dan membakarnya di halaman kantor tersebut aksi demo penolakan klasterisasi bukan cuma berlangsung di makassar tapi juga terjadi beberapa wilayah di indonesia seperti Malang- Jawa Timur, Sidoarjo dan Jabotabek.

Asosisasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo) menolak kebijakan klasterisasi penjualan pulsa oleh operator seluler. Kebijakan tersebut dinilai merugikan, karena membatasi ruang gerak dan skala usaha mereka. Bila kebijakan tersebut tidak dicabut, dipastikan akan mematikan puluhan juta agen pulsa di seluruh Indonesia.

MPPI, ASPINDO, FMC

sumber

Minggu, 19 Desember 2010

Pabrik Pak Rustono, Raja Tempe di Jepang


Perjalanan dalam udara dingin musim gugur ke daerah pegunungan di Katsuragawa yang terletak sekitar 30 kilometer dari Kyoto adalah perjalanan yang menyajikan keindahan alam Jepang. Jalan menanjak berliku dihiasi pepohonan momiji yang daunnya mulai memerah cerah di sepanjang jalan. Kabut meliputi puncak-puncak gunung dan hutan pinus lalu berakhir di sebuah lembah hijau. Rumah tradisional Jepang beratap rumbia tebal masih tampak di sana-sini dengan tamannya yang khas seakan bersatu dengan alam. Itulah awal perjumpaan saya dengan Rustono (41), sang Raja Tempe, sebagaimana teman-teman Jepang menyebutnya.
Kemasan seberat 200 gram dengan label Rusto’s Tempeh bergambar ilustrasi suasana kehidupan kampung di Jawa tersebar di berbagai toko swalayan di Jepang. Sebuah rumah tradisional Jepang, cagar budaya yang telah berusia dua abad, adalah tempat perjanjian saya bertemu dengan Rustono. Ketika kaki mulai melangkah memasuki gerbang kayu di halaman berpagar bambu, terdengar tiupan saksofon sopran yang mendendangkan lagu ”Going Home” dari Kenny G. Rupanya sang raja sedang asyik melantunkan lagu penuh kerinduan yang menghanyutkan itu dengan duduk santai di batu besar di tengah taman di bawah rindangnya pohon momiji, ditingkah suara gemercik sungai jernih yang membelah desa, ditemani sang istri di sampingnya.


Semangat dari kerinduan
”Kampung halaman di tanah kelahiran memang selalu mendatangkan rindu,” Rustono menjelaskan ketika ditanya tentang lagu favoritnya itu. ”Dan berdendang dengan tiupan saksofon adalah alunan suara jiwa paling dalam,” tambahnya.
Kerinduan akan tanah kelahiran di sebuah kota kecil Grobogan, nun jauh di pedalaman Jawa Tengah dengan hamparan sawah dan hutan jati, rupanya masih saja mengusik Rustono meskipun sudah 13 tahun dia menetap di Jepang.
Bagi Rustono yang alumnus Akademi Perhotelan Sahid (masuk tahun 1987), kerinduan tersebut bukanlah bernuansa sendu berlarut-larut, melainkan pembawa semangat menentukan keputusan jalan hidup.
Tahun 1997, setelah enam tahun bekerja di Hotel Sahid Yogyakarta, perubahan jalan hidup mulai menunjukkan arahnya. Ketika sebuah grup wisatawan Jepang berkunjung ke Yogya, seorang bidadari dari Negeri Matahari Terbit, Tsuruko Kuzumoto, yang tinggi semampai berkulit kuning langsat menambat hati Rustono. Dan rupanya dia tidak bertepuk sebelah tangan. Tahun itu juga berangkatlah Rustono menyusul ke Jepang dan mulai menempuh hidup barunya di Kyoto.
Berbagai pekerjaan pernah dia lakukan. Dari bekerja di perusahaan roti sampai ke perusahaan sayur-mayur. Di situ Rustono banyak memerhatikan etos kerja karyawan Jepang. Selain penuh tanggung jawab, mereka juga berupaya mencapai target dan ikut serta dalam menjaga kualitas produksi. Pun Pemerintah Jepang sangat teliti dengan secara periodik memeriksa kualitas produksi, meninjau perusahaan, sampai memerhatikan kebersihan ruangan, termasuk peralatan dan meja kerja.
Menurut pengamatan Rustono, makanan adalah kebutuhan paling pokok kehidupan manusia. Itu sebabnya mengapa segala bentuk makanan diproduksi di Jepang dan industrinya sangat maju. Terbetik dalam pikiran Rustono, kenapa tidak mencoba membuka usaha makanan yang belum ada di Jepang. Inspirasinya datang setelah mengenal nato, sebangsa makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas untuk lidah Jepang.
Jadilah dia mencoba membuat tempe dengan sedikit pengetahuan yang pernah dia kenal. Selama empat bulan dia berkutat mencoba membuat tempe, dengan ragi dari Indonesia dan kedelai Jepang, tetapi selalu gagal. Hingga kemudian dengan menggunakan air dari sumber mata air di kediaman mertua, dia berhasil membuat tempe.



Perjalanan panjang

Jalan untuk mencapai keberhasilan usaha yang dia tempuh sangatlah panjang dan terjal. Meskipun berhasil dalam percobaan membuat tempe, dia belum yakin benar. Pastilah itu bukan hanya karena menggunakan air asli dari mata air langsung.

Setelah anak pertamanya, Noemi Kuzumoto, berusia tiga tahun, dengan izin istrinya Rustono kembali ke Indonesia selama tiga bulan untuk belajar membuat tempe kepada 60 perajin tempe di seluruh Jawa.

Beberapa perajin memang ada yang tidak sepenuhnya memberi rahasia pembuatan tempe, tetapi banyak hal yang bisa dia serap dari pengalaman para perajin tempe di Jawa Tengah. Misalnya, kenapa tempe bisa lebih terasa gurih, bagaimana hasilnya tempe yang dibungkus dengan daun bambu atau daun pisang, ataupun dengan plastik, dan bagaimana bisa menghasilkan fermentasi tempe dengan baik.


Yang kemudian tak kalah berat adalah memperoleh izin produksi di Jepang. Dia harus melalui penelitian dan tes di laboratorium, hingga harus memenuhi kesanggupan bertanggung jawab atas kualitas dan kandungan bahan produksi sesuai dengan yang tertera di kemasan bahwa kandungan gizi tempe kedelai setara dan kandungan gizi daging, termasuk mematuhi peraturan daur ulang kemasan.

Kendala cukup berat yang juga dapat dia lalui adalah soal menghadapi iklim alam di Jepang. Fermentasi tempe hanya bisa berhasil dalam cuaca kelembaban 60 persen hingga 90 persen, yang tentu saja tidak masalah di Indonesia. Di Jepang yang mempunyai empat musim, mempunyai kelembaban udara yang dibutuhkan tempe hanya pada musim panas. Tetapi, lewat penelitian kecil-kecilan dan telaten, hasilnya sangat besar. Dia bisa mengatur kelembaban pada segala musim di dalam ruangan produksi.

Peralatan produksi juga hasil inovasi Rustono sendiri. Alat pencuci kedelai dia modifikasi dari bekas mesin pencuci cumi-cumi yang dia dapat dari perusahaan perikanan. Begitu pula untuk pengemasan, dia datangkan mesin bikinan Bantul dan Surabaya.

The King of Tempe

Meskipun julukan ini hanya gurauan teman-teman sejawatnya, rasanya memang tak ada yang salah. Kini kapasitas produksi Rustono setiap lima hari bisa mencapai 16.000 bungkus tempe dengan kemasan 200 gram. Untuk mendukung produksi, dia mengadakan kontrak kerja sama dengan petani kedelai di Nagahama, kawasan Shiga.

Memang usahanya berawal dari skala kecil dengan pemasaran dari pintu ke pintu. Rumah produksi dia bangun sendiri tanpa tukang bangunan dan tanpa pemikiran arsitektural, tetapi hanya dengan intuisi yang mirip intuisi seniman. Dan dari usaha rumahan itu sekarang Rustono mencapai taraf pembangunan pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air, di atas lahan 1.000 meter persegi.

Penghargaan

Di Jepang sudah banyak buku mengupas tentang tempe. Di antaranya yang terkenal adalah The Book of Tempeh, tulisan William Shurtleft dan Akiko Aoujaga. Buku besar ini lengkap dengan uraian dan ilustrasi menarik tentang pembuatan dan manfaat tempe dengan latar belakang budaya Indonesia, terutama Jawa.


Ada juga buku terbitan Asosiasi Tempe di Jepang yang dikelola para profesor dan ahli gizi. Asosiasi ini mengadakan penelitian dan setiap tahun mengadakan seminar tentang tempe. Salah satu kajiannya adalah kandungan gizi tempe tak kalah dari daging sapi.

Mereka memperkenalkan tempe dengan semboyan ”Makanan enak belum tentu menyehatkan, makanan tidak enak bisa menyehatkan. Tetapi, makanan enak dan menyehatkan adalah tempe!” Terberitakan pula sebuah perusahaan kosmetik memproduksi bahan kecantikan dengan jamur hasil fermentasi tempe ke dalam kapsul yang konon bisa menghaluskan kulit.



Soal hak paten yang pernah jadi pergunjingan di negara kita bahwa tempe diklaim Jepang, Rustono menjelaskan, ”Ah, itu kesalahpahaman. Bagaimana kita mematenkan tempe yang semua orang sampai di Amerika pun tahu tempe adalah makanan asli Indonesia. Apakah Jepang juga akan mematenkan sashimi atau sushi? Mereka hanya mematenkan olahan burgernya, bukan tempenya.”

sumber

Sabtu, 18 Desember 2010

SMP N 3 Cilegon Diancam Bom




CILEGON (Pos Kota) – Menjelang Natal warga Kota Cilegon, Sabtu (18/12) sekitar pukul 13:30 WIB, dihebohkan dengan teror bom. Tiga paket yang diduga berisi bom ditemukan di halaman sekolah SMP Negeri 3, Kota Cilegon, menyusul adanya ancaman peledakan yang disampaikan melalui pesan singkat handphone. Hingga saat ini polisi masih melacak keberadaan, pria yang melakukan terror bom, namun diduga kuat pelakunya merupakan siswa atau mantan siswa sekolah tersebut.

Diperoleh keterangan, sebelumnya penelepon gelap yang mengatasnamakan Yayasan Pengebom Bayaran, mengirimkan pesan singkat ke HP milik Yuliwiluya, guru IPS di sekolah tersebut. Isinya,, bom akan meledak sekitar 1 jam setelah SMS itu masuk. Bom ini merupakan peringatan terhadap guru PNS yang sombong seperti Nurhayati, guru bahasa Inggris.

Yuliwiluya tidak menganggap enteng isi pesan singkat tersebut. Iapun kemudian melaporkan kepada kepala sekolah dan dewan guru. Oleh pihak sekolah akhirnya ancaman itu dilaporkan ke Polres Cilegon. Untuk melacak kebenaran ancaman itu, Polres Cilegon kemudian meminta bantuan Tim Gegana Brimobda Polda Banten.

Tim Gegana lalu bergerak ke lokasi . Penyisiranpun dilakukan dengan menggunakan alat metal detektor di seluruh halaman serta ruang kelas. Upaya Tim Gegana membuahkan hasil, 2 paket yang dicurigai berisi bom ditemukan di halaman luar gedung sekolah, sedangkan 1 paket lainnya ditemukan di pintu ruang kelas dekat toilet.

Ketiga paket yang dicurigai berisi bom itupun langsung diamankan ke mobil perusak bom. Namun setelah dipemeriksa ternyata bingkisan yang dicurigai sebagai bom waktu itupun berisi sobekan kertas serta kardus tissu. Namun warga sempat mendengar beberapa kali bunyi ledakan dari dalam kendaraan penghancur bom.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Tidar Wulung ketika dkonfirmasi membenarkan penemuan 3 paket yang diisukan sebagai bom. Tidar menegaskan suara ledakan itu berasal dari senjata petugas yang dimaksudkan untuk memancing ledakan dari paket tersebut. (haryono/B)

sumber