Laman

Senin, 13 Juni 2011

Aksi Demo Penolakan Kebijakan Klasterisasi Di Kantor XL

Tidak seperti biasanya hari ini pak arman langganan pulsa (Reseler) kami pulang dengan rasa kecewa di karenakan kami tidak dapat memenuhi kebutuhan stock pulsanya lagi, pak arman adalah seorang bapak yang menafkahi keluarganya dengan berjualan pulsa (door to door) istilahnya konter berjalan.

tiga hari sekali pak arman mampir ke outlet kami untuk menambah stock pulsanya kemudian dia jajakan lagi ke kantor-kantor dan sebagian besar langganannya berada di luar kota, bapak tiga orang anak itu hanya tertunduk diam ketika kami menjelaskan bagimana sistem yang diberlakukan XL saat ini. Begitulah ilustrasi yang di gambarkan pak tahir salah satu Pedagang pulsa multi chip (server pulsa)

Setelah perbelakuan Hard Cluster Telkomsel beberapa waktu lalu, kini XL menyusul dengan kebijakan Klasterisasi yang membatasi penjualan front liner mereka per kecamatan, jadi konter hape hanya bisa menjual pulsa di kecamatan setempat tidak bisa lagi kirim pulsa ke wilayah lain Karena dianggap merugikan, para pedagang pulsa sangat kecewa dan hal ini memicu aksi demo penolakan kebijakan klaster di kantor XL cabang makassar, jumat (10/06/11).

Para Pemilik konter masing-masing membawa kartu perdana XL yang masih tersegel dan membakarnya di halaman kantor tersebut aksi demo penolakan klasterisasi bukan cuma berlangsung di makassar tapi juga terjadi beberapa wilayah di indonesia seperti Malang- Jawa Timur, Sidoarjo dan Jabotabek.

Asosisasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo) menolak kebijakan klasterisasi penjualan pulsa oleh operator seluler. Kebijakan tersebut dinilai merugikan, karena membatasi ruang gerak dan skala usaha mereka. Bila kebijakan tersebut tidak dicabut, dipastikan akan mematikan puluhan juta agen pulsa di seluruh Indonesia.

MPPI, ASPINDO, FMC

sumber

Tidak ada komentar: